Warning: session_start(): open(/var/cpanel/php/sessions/ea-php56/sess_5cod6hvc56it0n0qb78fk41fu2, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in /home/newschan/public_html/wp-content/plugins/accesspress-anonymous-post/accesspress-anonymous-post.php on line 133
Deretan Pejabat yang Dibawa Kim Jong-Un Bertemu Presiden Korsel - News Channels
You are here
Home > International Hot News > Deretan Pejabat yang Dibawa Kim Jong-Un Bertemu Presiden Korsel

Deretan Pejabat yang Dibawa Kim Jong-Un Bertemu Presiden Korsel

Deretan Pejabat yang Dibawa Kim Jong-Un Bertemu Presiden Korsel




Seoul

Kim Jong-un, menjadi pemimpin Korea Utara pertama yang melawat dan menginjakkan kaki di Korea Selatan sejak 1953.

Lawatan mulai Jumat (27/04) sekaligus menandai pertemuan puncak pertama kedua negara selama kurun lebih dari satu dekade terakhir.

Kim Jong-un berjalan melewati garis demarkasi di zona demiliterisasi (DMZ) untuk menemui Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in.

Tak lama kemudian kedua pemimpin negara, yang secara teknis masih dalam keadaan berperang karena tidak ada perjanjian yang mengakhiri perang Korea pada 1950-an, menggelar pembicaraan.

Media Korea Utara mengatakan Kim Jong-un akan bersifat terbuka untuk membahas semua isu, termasuk masa depan senjata nuklir di Semenanjung Korea dan kemungkinan mengakhiri Perang Korea secara resmi.

Kim Jong-un dan Moon Jae-in Kim Jong-un dan Moon Jae-in bersalaman di kawasan DMZ. (Getty Images)

Siapa saja yang dibawa oleh Kim Jong-un dalam pertemuan puncak ini?

Ia dilaporkan membawa sekelompok politisi elite, orang kepercayaan, dan penasihatnya untuk melintasi perbatasan masuk ke Korea Selatan.

Pertemuan puncak kedua Korea yang ketiga sejak berakhirnya Perang Korea tahun 1953 lalu -setelah tahun 2000 dan 2007- berlangsung di wilayah Selatan dalam zona demiliterisasi di perbatasan kedua negara.

Pertemuan Kim Jong-un dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, juga menjadi pendahulu bagi pertemuan Kim dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang belum ditentukan waktu maupun tempatnya.

Korea Selatan mengatakan belum pernah menyambut delegasi senior dari Pyongyang seperti sekarang ini untuk pertemuan puncak ketiga pada Jumat (27/04) ini.

Tapi siapa saja yang dibawa Kim?

Kim Yo-jong – saudara yang semakin berpengaruh

Pentingnya Kim Yo-jong bagi kepemimpinan abangnya menjadi semakin jelas ketika dia ditunjuk sebagai duta untuk Olimpiade Musim Dingin 2018 di PyeongChang, Korea Selatan.

Hubungan kedua Korea memang semakin membaik setelah Olimpiade tersebut dengan keikutsertaan delegasi Korea Utara.

Saat kunjungan itu, Kim Yo-jong disebut sebagai anggota keluarga dinasti Kim pertama yang melawat ke Korsel sejak perang Korea berakhir tahun 1953 dengan kesepakatan gencatan senjata.

Dia tetap masuk dalam daftar yang mendapat sanksi oleh pemerintah Amerika Serikat terkait dengan pelanggaran hak asasi manusia di Korut namun disambut baik di Korsel serta bertemu dengan presiden serta pejabat tinggi Korsel.

Perempuan ini menjadi wajah yang tersenyum dari kepemimpinan Korut saat Olimpiade dan media Korsel mengamati gerak geriknya maupun busananya, termasuk berspekulasi bahwa dia sedang hamil.

Bagaimana pengaruhnya tidak bisa diabaikan dan para pengamat memperkirakan banyak keputusan kejam Kim yang kemungkinan diambil bersama dengan adik perempuannya ini.

Kim Yong-nam – yang selamat dari pembersihan

Pria berusia yang 90 tahun ini menyaksikan kepemimpinan tiga Kim sepanjang kariernya.

Berbeda dengan Kim Jong-un, dia melakukan sejumlah perjalanan ke luar negeri dalam kunjungan resmi, seperti ke Iran untuk menghadiri pelantikan Presiden Hassan Rouhani pada masa jabatan keduanya.

Kesetiaannya pada kepemimpinan Korea Utara tidak pernah dipertanyakan dan beberapa pihak berpendapat kemampuannya untuk bertahan dari pembersihan sebagai sesuatu yang mengesankan.

“Dia tidak melakukan kesalahan. Itulah sebabnya dia tetap mempertahankan jabatan tingkat tinggi di sebuah negara yang sudah biasa dengan pembersihan politik,” tutur seorang pembelot dari Korut, seperti dikutip kantor berita Korsel, Yonhap.

Choe Hwi – Menteri Olah Raga Korut

Menteri Olah Raga Korea Utara ini dikenal dengan sikapnya yang relatif santai dalam penampilannya di media resmi pemerintah Korut maupun saat berfoto.

Jabatan pertamanya yang penting adalah sebagai manajer dari opera sirkus Sea of Blood (Lautan Darah) pada pertengahan 1908-an, menurut sebuah blog Pengamat Kepemimpinan Korea Utara.

Dia menghabiskan sebagian besar kariernya di dunia seni budaya Korut dan diperkirakan terlibat dalam pembentukan Moranbong Band, kelompok musik pop perempuan Korut.

Terobosan dalam hubungan kedua Korea saat Olimpiade Musim Dingin dan juga pertukaran kebudayaan beberapa waktu lalu disebut tidak bisa dilepaskan dari perannya.

Kim Yong-chol – perunding yang tangguh

Salah satu tokoh kontroversial dalam delegasi ke pertemuan puncak Korea adalah Kim Yong-chol, mantan kepala intelijen militer yang dituduh menjadi otak dari serangan atas kapal perang Korea Selatan, Cheonan, dan juga atas Pulau Yeonpyeong tahun 2010.

Kim Yong-chol
Reuters

Jenderal Kim memiliki reputasi sulit untuk diajak bekerja sama dan suka mengeluarkan kata-kata tajam, seperti dilaporkan blog Pengamat Kepemimpinan Korea Utara.

Dalam perundingan dengan Korea Selatan tahun 2007, dia dilaporkan menolak tawwaran dari Selatan dengan mengatakan, “Mungkin Anda punya satu tas usulan lainnya.”

Ri Su-yong – diplomat dan ‘figur bapak’

Sebelumnya dikenal sebagai Ri Chol, pria ini memiliki hubungan dengan keluarga Kim sejak dulu. Dia satu sekolah dengan Kim Jong-il dan belakangan menjadi pembimbing anak-anaknya, termasuk pemimpin saat ini, Kim Jong-un, saat bersekolah di Swiss pada tahun 1990-an.

Michael Madden dari blog Pengamat Kepempimpinan Korea Utara menyebutnya sebagai ‘figur bapak’ bagi Kim Jong-un.

Dia melakukan sejumlah perjalanan ke luar negeri untuk mewakili negara dan ditunjuk sebagai menteri luar negeri pada tahun 2014, ketika peran itu menjadi semakin penting.

Kini dia memimpin Departemen Urusan Internasional, yang memungkinkan dia sering melakukan interaksi dengan diplomat-diplomat asing.

Menurut blok Pengamat Kepemimpinan Korea Utara, dia merupakan diplomat yang dihormati di PBB dan sering dianggap sebagai tokoh yang bisa didekati.

Ri Myong-su – tutor dan orang militer

Ri ditunjuk sebagai kepala staf militer pada tahun 2016. Dua pendahulunya di bawah Kim Jong-un diyakini dieksekusi dan satu lagi disingkirkan.

Memasuki usia 80-an, dia merupakan veteran perang Korea yang dianggap sebagai ahli strategi militer.

Dia juga bertindak sebagai tutor Kim Jong-un ketika mulai disiapkan menjadi pemimpin, menurut blok Pengamat Kepemimpinan Korea Utara.

Sempat menghilang setelah kematian Kim Jong-il, dia kembali ke baris depan kepemimpinan Korut.

Pak Yong-sik – menteri pertahanan

Sebagai pemimpin di Kementrian Angkatan Darat Rakyat MPAF, Pak mengatur administrasi kemiliteran dan logistik serta hubungan diplomatik dengan pasukan asing.

Pak Yong-sik
Reuters

Pak menempuh restrukturisasi militer dan juga memimpin operasi pemulihan setelah bencana banjir besar tahun 2016 lalu.

Ri Yong-ho – menteri luar negeri yang terus terang

Sebagai diplomat karier, Ri Yong-ho sudah lama menjabat ketua tim perunding nuklir Korea Utara dan pernah menjadi duta besar di beberapa negara, termasuk Inggris.

Dia dipromosikan ke kursi menteri luar negeri tahun 2016 dengan reputasi berbicara secara terus terang. Tahun lalu, misalnya, dia menuduh Amerika Serikat ‘menyatakan perang’ dengan Korea Utara dan membandingkan ancaman Presiden Trump atas negaranya seperti ‘suara anjing yang menggonggong.

Ri juga memiliki akun di TwitterHe is also on Twitter.

Ri Son-gwon – tokoh Olimpiade

Jabatan Ri Son-gwon sebagai ketua badan yang mengurus hubungan dengan Korea Selatan atau Komite Reunifikasi Damai Negara, membuat dia menjadi tokoh penting dalam perundingan yang melibatkan Korea Utara dalam Olimpiade Musim Dingin 2018. .

Hingga tahun 2016 lalu dia masih menjadi kolonel dan pernah mengeluarkan peringatan atas latihan militer Korea Selatan maupun membantah keterlibatan pemerintah Pyongyang dalam insiden kapal angkatan laut Korsel tahun 2010.

(ita/ita)


<!–

–>

http://platform.twitter.com/widgets.js

Source link

Leave a Reply

Top
%d bloggers like this:

Warning: Unknown: open(/var/cpanel/php/sessions/ea-php56/sess_5cod6hvc56it0n0qb78fk41fu2, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/var/cpanel/php/sessions/ea-php56) in Unknown on line 0